Kamis, 27 September 2012

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL
PADA NY. T G2P1A0 DENGAN KEHAMILAN NORMAL
 DI PUSKESMAS TELUK PUCUNG
JULI 2012


         Disusun oleh :
 Nur atiatul illah (111540111022)



AKADEMI KEBIDANAN BHAKTI BANGSA
BEKASI
2012


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas segala nikmat-Nya dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ‘’Manajemen Asuhan Kebidanan Ibu Hamil pada Ny. T G2P1A0 dengan Kehamilan Normal di Puskesmas Teluk Pucung Juli 2012’’.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.     Ns.Efi Marfuah S.Kep, selaku ketua Yayasan Akademi Kebidanan Bhakti Bangsa
2.     Tutik  Rahayu, SST, selaku Direktur Akademi Kebidanan Bhakti Bangsa
3.     Seluruh staff dosen di Akademi Kebidanan Bhakti Bangsa
4.      Dr. H. Bambang Ismanto, Selaku Kepala puskesmas Teluk Pucung
5.     Hj. Ade Suipah, SSiT, MM.Kes, Selaku kepala Ruangan KIA di puskesmas Teluk pucung.
6.     Mai Ekayanti Zen, Amkeb,Selaku wakil Ruangan KIA di puskesmas Teluk Pucung.
Atas segala dukungan dan partisipasi dalam membantu penulisan menyelesaikan tugas makalah ini, baik secara moril maupun materil. Untuk menyempurnakan makalah ini, penulis memohon kritik dan saran yang membangun dari pembaca dan semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk pembaca maupun penulis.
Bekasi, Juli 2012             
    Penulis
DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI  
BAB I   PENDAHULUAN.......................................................................      1         
A. Latar Belakang........................................................................    1
B. Tujuan Penulisan.....................................................................    2
C. Manfaat Penulisan...................................................................    3
BAB II  TINJAUAN TEORI.............................................................. 4
A.    Pengertian kehamilan.........................................................       4
B.    Tanda dan gejala kehamilan.................................................................................    4
C.    Perubahan fisiolog  ..........................................................         6
D.    Perubahan Psikologis Trimester II..........................................................................    6
E.     Tanda bahaya kehamilan ..................................................        7
F.     Asuhan Kebidanan Pada Trimester II....................................... 7
G.    Pengertian ANC (Ante Natal Care)......................................... 8
BAB III  TINJAUAN KASUS...................................................................    15
 BAB IV  PEMBAHASAN........................................................................     19

BAB V    PENUTUP....................................................................................   20       
A. Kesimpulan ……………………………………………........  20
B. Saran …………………………………………………….......  21
DAFTAR PUSTAKA

















BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Pada saat ini Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Gambaran penurunan survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) dari tahun 1994,1997, sampai 2000 adalah 390/100.000 kelahiran hidup, 334/100.000 kelahiran hidup, dan 307/100.000 kelahiran hidup.
Penyebab masalah tingginya AKI dan AKB di indonesia ada dua yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Beberapa penyebab tidak langsung terbagi dalam tiga T yakni terlambat mengambil keputusan, terlambat ke tempat rujukan serta terlambat memberi pertolongan di tempat rujukan. Untuk penyebab langsung kematian ibu di Indonesia, seperti halnya di negara lain adalah perdarahan, infeksi dan eklampsia. Perdarahan dan infeksi sebagai penyebab kematian, sebenarnya tercakup pula kematian akibat abortus terinfeksi dan partus lama. Hanya sekitar 5% kematian ibu disebabkan oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung dan infeksi yang kronis. Demikian juga dengan ibu – ibu yang termasuk dalam lima terlalu yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, terlalu sering, serta terlalu dekat jaraknya, ini berisiko tinggi terhadap kematian. (Prawirohardjo, 2006).
Untuk itu Pemerintah tengah mengupayakan program pelatihan para bidan dan ibu-ibu hamil. Jika bidan kompeten dalam bidangnya, sedikitnya 50% perdarahan akibat melahirkan bisa dicegah. Pelatihan itu juga dengan adanya asuhan persalinan normal (APN) bagi para bidan. Demikian juga dengan pelatihan bagi penanganan ibu pasca keguguran.(JNPK-KR, 2008)
Berdasarkan hal diatas, maka peranan bidan adalah memberikan pelayanan asuhan manajemen kehamilan dengan menerapkan pelayanan kebidanan yang bermutu tinggi sesuai dengan standar dalam pelayanan kebidanan yaitu 7 langkah varney.
Upaya Mahasiswa untuk menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi adalah dengan meningkatkan keterampilan dalam segi teori dan praktek kebidanan.
B.     Tujuan penulisan
1.   Tujuan Umum
Mahasiswa dapat menerapkan pola pikir secara alamiah kedalam bentuk Asuhan Kebidanan pada ibu hamil berbentuk SOAP pada ibu hamil normal.
2.   Tujuan Khusus
a.           Mahasiswa dapat mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk menilai keadaan pasien secara keseluruhan .
b.     Mahasiswa dapat mengintrerpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa masalah .
c.      Mahasiswa dapat mengidentifikasi diagnosa masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya .
d.     Mahasiswa mampu menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera melakukan tindakan atau konsultasi, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien .
e.      Mahasiswa dapat menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan pada langkah-langkah sebelumnya .
f.      Mahasiswa mampu melakukan penatalaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman .
g.     Mahasiswa mampu mengevaluasikan keefektifan dari asuhan yang telah diberikan.


C.     Manfaat
1.     Bagi Bidan
Bidan lebih meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat melakukan asuhan kebidanan dengan baik, terutama pada kasus ibu hamil.
2.     Bagi Mahasiswa
Diharapkan mahasiswi Akademi Kebidanan Bhakti Bangsa dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan baik.
3.     Bagi Pasien
Ibu hamil dapat terhindar dari komplikasi pada saat hamil sehingga proses persalinan dapat berlangsung dengan aman.
4.     Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai tambahan bacaan dan juga dapat digunakan sebagai masukan awal untuk penelitian selanjutnya.





BAB II
TINJAUAN TEORI

A.     Definisi Kehamilan
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung dari waktu menstruasi pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi 3 trimester, yaitu : trimester 1 usia kehamilan 0-12 minggu, trimester 2 usia kehamilan 12-28 minggu, dan trimester 3 usia kehamilan 28-40 minggu.
Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus, agar dapat berlangsung dengan baik. Kehamilan mengandung kehidupan ibu maupun janin. Resiko kehamilan ini bersifat dinamis, karena ibu hamil yang pada mulanya normal, secara tiba-tiba dapat menjadi beresiko tinggi.
Kehamilan melibatkan perubahan-perubahan fisik yang normal yang akan dialami ibu serta tumbuh kembang janinnya maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial di dalam keluarga, mendeteksi serta menatalaksanakan setiap kondisi yang tidak normal. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi yang sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan bermasalah. Oleh karena itu pelayanan atau antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal. Ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan atau asuhan antenatal.



B.     Tanda dan gejala kehamilan
1.     Tanda Pasti Kehamilan
a.      Terdengar denyut jantung janin (DJJ).
b.     Terasa gerak janin.
c.      Pada pemeriksaan USG terlihat adanya kantong kehamilan, ada gambaran embrio.
d.     Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya rangka janin ( >16 minggu ).

2.     Tanda tidak pasti hamil
1.   Rahim membesar.
2.   Tanda Hegar
3.   Tanda Chadwik, yaitu warna kebiruan pada serviks, vagina dan vulva.
4.   Tanda Piskacek, yaitu pembesaran uterus kesalah satu arah sehingga menonjol jelas ke arah pembesaran tersebut.
5.   Braxton Hicks, yaitu bila uterus dirangsang akan mudah berkontraksi.
6.   Basal Metabolisme Rate (BMR) meningkat.
7.   Ballotement positif
8.   Test urine kehamilan (tes HCG) positif

3.     Dugaan Hamil
a.        Amenore/tidak mengalami menstruasi sesuai siklus (terlambat haid).
b.       Nausea, anoreksia, emesis, dan hipersaliva.
c.        Pusing.
d.       Miksi/sering buang air kecil.
e.        Obstipasi.
f.        Hiperpigmentasi, striae, cloasma, linea nigra.
g.       Varises.
h.       Payudara menegang.
i.         Perubahan perasaan.
j.         Berat badan bertambah.


4.     Diagnosis Banding
a.  Pseudosiesis ( kehamilan palsu ).
b.  Kistoma ovarii.
c.  Mioma uteri.
d.  Retensi urine ( bendungan kantong kemih ).
e.  Menopause/amenore sekunder.

C.     Perubahan Fisiologi Pada Kehamilan Trimester II
1)         Sistem reproduksi
a.          Vulva dan vagina, Karena hormon estrogen dan progesteron terus meningkat dan terjadi hipervaskularisasi mengakibatkan pembuluh-pembuluh darah alat genetalia membesar.
b.         Servik uteri, Konsistensi servik menjadi lunak dan kelenjar-kelanjar diservik akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak.
c.          Uterus, Pada kehamilan 16 minggu cavum uteri sama sekali diisi oleh ruang amnion yang terisi janin dan istimus menjadi bagian korpus uteri. Bentuk uterus menjadi bulat dan berangsur-angsur berbentuk lonjong seperti telor, ukuran kira-kira sebesar ukuran kepala bayi atau tinju orang dewasa.
d.         Ovarium, Pada usia kehamilan 16 minggu, plasenta mulai terbentuk dan menggantikan fungsi korpus luteum graviditatum.
e.          Payudara/mamae, Pada kehamilan 12 minggu keatas dari puting susu dapat kuluar cairan berwarna putih agak jernih disebut kolustrum. kolustrum ini berasal dari sinus yang mulai bersekresi.

2)         Sistem pencernaan
Biasanya terjadi kostipasi karena pengaruh hormon progesteron yang meningkat. Selain itu perut kembung juga terjadi karena adanya tekanan uterus yang membesar dalam rongga perut yang mendesak organ-organ dalam perut khususnya saluran pencernaan, usus besar kearah atas dan lateral.

3)         Sistem respirasi
Karena adanya penurunan tekanan CO seorang wanita hamil sering mengeluhkan sesak nafas sehingga meningkatkan usaha bernafas.

4)         Sistem kardiovaskuler
Pada usia kehamilan 16 minggu, mulai jelas kelihatan terjadi proses hemodilusi. Setelah 24 minggu tekanan darah sedikit demi sedikit naik kembali pada tekanan darah sebelum aterem.
5)         Sistem traktus urinarius
Kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar mulai berkurang, karna uterus sudah mulai keluar dari uterus. Pada trimester kedua, kandung kemih tertarik keatas dan keluar dari panggul sejati kearah abdomen.

6)         Sistem muskulo skeletal
Selama trimester kedua mobilitas persendian akan berkurang terutama pada daerah siku dan pergelangan tangan dengan meningkatnya retensi cairan pada jaringan konektif/jaringan yang berhubungan disekitarnya.

7)         Sistem integumen
Akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron, kadar MSH pun naik.

8)         Sistem endokrin
Adanya peningkatan hormon estrogen dan progesteron serta terhambatnya pembentukan FSH dan LH.

9)         Kenaikan berat badan
Kenaikan berat badan 0,4-0,5 kg perminggu selama sisa kehamilan.

D.     Perubahan Psikologis Trimester II (periode kesehatan yang baik)
a)     Ibu merasa sehat, tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang tinggi.
b)     Ibu sudah bisa menerima kehamilannya.
c)     Merasakan gerakan anak
d)     Merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran.
e)     Libido meningkat.
f)      Menuntut perhatian dan cinta.
g)     Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari dirinya.
h)     Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya atau pada orang lain yang baru menjadi ibu.
i)      Ketertarikan dan aktifitasnya terfokus pada kehanmilan, kelahiran dan persiapan untuk peran baru.

E.             Tanda-Tanda Bahaya Pada Kehamilan
1.  sakit kepala yang hebat
a)     Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan.
b)     Sakit kepala yang menunjukan suatu masalah serius adalah sakit kepala yang hebat,menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala  yang hebat dalam kehamilan adalah gejala pre-eklampsia.

a)     Penglihatan kabur
b)     Karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah selama proses kehamilan.
c)     Masalah yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan pandangan kabur/bebayang secara mendadak.
d)     Perubahan penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat dan mungkin merupakan gejala dari pre-eklampsi.



3.   Bengkak pada muka dan tangan
a)     Hampir dari separuh ibu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat dengan meninggikan kaki.
b)     Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan disertai dengan keluhan fisik yang lain.
c)     Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre-eklampsi.

4.   Nyeri perut yang hebat
a)     Nyeri perut yang tidak berhubungan dengan persalinan adalah tidak normal.
b)     Pada kehamilan lanjut, jika ibu merasakan nyeri yang hebat, tidak berhenti setelah beristirahat, disertai dengan tanda-tanda syok yang membuat keadaan umum ibu makin lama semakin memburuk, dan disertai perdarahan yang tidak sesuai dengan beratnya syok, maka kita harus waspada akan kemungkinan terjadinya solusio plasenta.

5.   Gerakkan janin tidak terasa
a)     Kesejahteraan janin dapat diketahui dari keaktifan gerakkannya.
b)     Minimal adalah 10 kali dalam 24 jam
c)     Jika kurang dari itu, maka waspada akan adanya gangguan janin dalam rahim, misalnya asfiksia janin sampai kematian janin.

6.   Perdarahan pervaginam (perdarahan lewat jalan lahir)
a)     Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah perdarahan yang banyak, merah atau disertai nyeri. Perdarahan ini dapaat berarti keguguran, kehamilan mola (hamil anggur) atau kehamilan ektopik (kehamilan diluar rahim).
b)     Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak dan berulang. Disertai atau tidak disertai rasa nyeri perdarahan ini dapat berarti plasenta previa atau solusio plasenta.


F.      Asuhan Kebidanan Pada Trimester II
1)   Rasa nyeri ulu hati
Karena peningkatan hormon estrogen yang menyebabkan relaksasi otot saluran cerna dan juga rahim yang semakin membesar yang mendorong bagian atas perut. Sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.
Cara mengatasi :
a)     Jangan makan dalam jumlah yang besar terutama sebelum mau tidur.
b)     Jauhi makan pedas , berminyak/berlemak.
c)     Waktu tidur malam tinggikan posisi kepala.
2)   Pusing
Hal ini dapat terjadi ketika pembesaran rahim ibu menekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.
Cara mengatasi :
a)     Bangun secara perlahan dari posisi istirahat.
b)     Hindari terlalu lama dalam lingkungan yang hangat dan sesak.
c)     Hindari berbaring dalam posisi terlentang.
3)   Kram pada kaki
Karena pembesaran uterus yang memberikan tekanan pada pembuluh darah sehingga sirkulasi darah menjadi lambat saat kehamilan.
Cara mengatasi :
a)     Atasi dengan istirahat dengan jalan kaki diangkat ke atas.
b)     Kurangi konsumsi susu (kandungan fosfornya tinggi).
c)     Bila kram saat duduk atau tidak, coba untuk menggerakkan jari-jari kearah atas.
4)   Keputihan
Karena peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen.
Cara mengatasi :
a)     Tingkatkan kebersihan dengan mandi tiap hari.
b)     Memakai pakaian dalam dari bahan katun dan mudah menyerap.
c)     Tingkatkan daya tahan tubuh dengan makan buah dan sayur.
5)   Konstipasi atau sembelit
Karena peningkatan kadar progesteron yang menyebabkan peristaltik usus menjadi lambat, penyerapan air dari kolon meningkat. Tekanan dari uterus yang membesar pada usus.
Cara mengatasi :
a)     Tingkatkan diet asupan cairan.
b)     Buang air besar segera setelah ada dorongan.
c)     Istirahat cukup.
6)   Varises pada kaki
Karena pengaruh hormon kehamilan dan pembesaran rahim yang menghambat aliran darah.
Cara mengatasi :
a)     Tinggikan kaki sewaktu berbaring
b)     Hindari pemakaian atau korset yang ketat.
c)     Hindari duduk atau berdiri terlalu lama.

G.     Pengertian ANC (Ante Natal Care)
Ante Natal Care merupakan pemeriksaan pada ibu hamil untuk memantau kondisi ibu dan juga janin yang berada dalam kandungan. Adapun juga tujuan dari ANC adalah sebagai berikut :
1.         Memantau kemajuan kehamilan, memastikan kesejahteraan ibu dan tumbuh kembang janin.
2.         Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik,mental,serta sosial ibu dan bayi.
3.         Menemukan secara dini adanya masalah/gangguan dan kemungkinan komplikasi yang terjadi selama masa kehamilan.
4.         Mempersiapkan kehamilan dan persalinan dengan selamat, baik ibu maupun bayi dengan trauma seminimal mungkin.
5.         Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan pemberian ASI ekslusif berjalan normal.
6.         Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik dalam memelihara bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal.

  Jadwal pemeriksaan kehamilan (ANC)
a.          Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu bulan.
b.         Periksa ulang 1x sebulan sampai kehamilan 28 minggu.
c.          Periksa ulang 2x sebulan sampai kehamilan 36 minggu.
d.         Periksa ulang setiap minggu sesudah kehmailan 36 minggu.
e.          Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan.

  Standar Minimal Antenatal Care 10T, yaitu :
1.         Timbang BB + ukur TB.
2.         Ukur tekanan darah.
3.         Nilai status gizi buruk.
4.         Ukur TFU.
5.         Tentukan presentasi janin dan Denyut jantung janin.
6.         Skrining status imunisasi TT.
7.         Fe minimal 90 tablet selama kehamilan dengan dosis satu tablet setiap harinya.
8.         Test laboratorium (rutin dan khusus).
9.         Lakukan tes penyakit menular seksual (PMS).
10.     Temu wicara/konselin



























BAB III
TINJAUAN KASUS
                        Ny T datang ke puskesmas pada hari selasa  tanggal 26 juni 2012, ibu mengatakan tidak ada keluhan dan tidak ada riwayat penyakit sekarang.
                        Dari hasil pemeriksaan fisik status generalis didapat keadaan umum ibu baik, kesadaran composmetis, tekanan darah 120/80 mmHg, suhu 36,5oc, nadi 80 x/menit, respirasi 22 x/menit, tinggi badan 160 cm, berat badan sekarang 66 kg, berat badan sebalum hamil 54 kg, LILA 26 cm. Pemeriksaan sistematis keadaan rambut ibu bersih tidak ada ketombe. keadaan muka tidak ada oedem,tidak ada kloasma. keadaan mata ibu conjungtiva tidak anemis, sklera tidak kuning, palpebra tidak cekung. Keadaan hidung bersih, tidak ada pembesaran polip dan tidak ada sekret. Telinga simetris kanan kiri dan tidak ada sekret,  mulut, gig dan gusi bersi tidak ada karies, tidak ada epulis dan tidak ada stomatitis. Keadaan leher ibu, tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, tidak ada pembesaran vena yugolaris, tidak ada pembesaran getah bening.keadaan mammae ibu membesar kanan dan kiri,tidak ada benjolan, simetris, areola hiperpigmentasi kanan dan kiri, puting susu menonjol kanan dan kiri, kolostrum sudah keluar. Keadaan axila ibu tidak ada tumor dan tidak ada nyeri. Keadaan ekstremitas tungkai simetris kanan dan kiri , tidak ada oedem, tidak ada varices, refleks patella +/+. Pemeriksaan abdomen inspeksi perut membesar denagn arah memanjang, tidak ada pelebaran vena, terdapat striae alba dan linea nigra pada perut ibu. Palpasi tidak ada kontraksi, TFU 31 cm, leopold I teraba bulat, lunak,tidak melenting (bokong), leopold II bagian kanan teraba bagian-bagian kecil janin(ekstremitas), bagian kiri teraba panjang, keras, seperti papan (punggung), leopold III teraba bulat,keras, melenting ( kepala ), leopold IV konvergent 5/5 bagian, lingkar bendel tidak ada dan tidak ada nyeri tekan, taksiran berat janin (31-13)x 155=2790 gram. DJJ terdengar jelas disatu titik dengan frekuensi 145 x/menit. Hasil pemeriksaan laboratorium yaitu pemeriksaan Hb 12 gr%, golongan darah A.
Dari hasil pengkajian didapat diagnosa Ibu G2P1A0 hamil 30 minggu 3 hari, janin  tunggal hidup intrauterin presentasi kepala, dengan dasar ibu mengatakan ini kehamilan ke duanya,  pernah melahirkan satu kali dan tidak pernah keguguran, HPHT 26 november 2011, DJJ terdengar jelas disatu titik frekuensi 148 x/menit, leopold III teraba bulat, keras, melenting ( kepala).
Berdasarkan diagnosa yang didapat asuhan yang diberikan antara lain memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan janin baik tekanan darah 120/80 mmHg, suhu 36,5°C, nadi 80 x/menit, respirasi 22 x/menit, DJJ 148x/menit, hasil ibu sudah tahu hasil pemeriksaanya. Memberitahu ibu tanda bahaya dalam kehamilan seperti perdarahan pervaginam, oedem di bagian muka dan ekstremitas, sakit kepala yang hebat disertai pandangan kabur, nyeri ulu hati, gerakan janin berkurang, hasil ibu sudah tahu tanda bahaya dalam kehamilan. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti telur, ikan, daging, susu, sayuran dan buah-buahan agar janin dapat tumbuh sehat, hasil ibu berjanji akan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup dan jangan terlalu bekerja yang berat-berat, hasil ibu mengerti. Memberi ibu tablet Fe dan kalk serta menganjurkannya untuk diminum 1x sehari menggunakan air putih atau air jeruk, hasil ibu akan melakukan apa yang dianjurkan oleh bidan. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 2 minggu sekali yaitu tanggal 10 juli 2012, hasil ibu sudah tahu kapan harus kunjungan ulang. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan kedalam buku laporan ANC, hasil pendokumentasian sudah dilakukan.













BAB IV
PEMBAHASAN

Setelah melakukan pengkajian pada pasien Ny. E dengan Kehamilan Normal. Terdapat kesenjangan pada teori dan tindakan yang telah dilakukan seperti, dalam teori pemeriksaan ibu hamil seharusnya dilakukan sesuai dengan manajemen varney, tetapi disini ada beberapa pemeriksaan yang tidak dilakukan seperti pemeriksaan anogenital dan pemeriksaan Hb,pemeriksaan Urine Protein dan Reduksi dikarenakan waktu yang tidak memungkinkan.














BAB V
PENUTUP

A.      Kesimpulan
1.     Mahasiswa telah dapat mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk menilai keadaan Ny. T secara keseluruhan.
2.     Mahasiswa telah dapat menginterpretasikan data untuk mengidentifikasikan diagnosa dan masalah pada Ny. T.
3.     Mahasiswa dapat mengidentifikasi diagnosa masalah potensial  pada Ny. T dan mengantisipasi penanganannya.
4.     Mahasiswa mampu menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera melakukan tindakan atau konsultasi, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi Ny. T.
5.     Mahasiswa dapat menyusun rencana asuhan pada Ny. T secara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan pada langkah-langkah sebelumnya.
6.     Mahasiswa mampu melakukan penatalaksanaaan langsung asuhan pada Ny. T secara efisien dan aman.
7.     Mahasiswa mampu mengevaluasikan keefektifan dari asuhan yang telah diberikan pada Ny. T.


B.      Saran
1.   Untuk  Bidan
Bidan lebih meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat melakukan asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan baik, terutama kasus ibu bersalin dengan masalah yang ada.
2.   Untuk Mahasiswa
Mahasiswa dapat lebih mendalami tentang penanganan ibu bersalin dengan masalah yang ada.
3.    Untuk Institut Pendidikan
Mengembangkan teori baru dan memonitori mahasiswa dalam praktek.












DAFTAR PUSTAKA

Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi. 2007. Buku Acuan Persalinan Normal. Jakarta
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC
Prawiharjo, Sarwono. 1998. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Fak UI. Jakarta
Saefudin, A.B. 2002. Buku Acuan  Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : YBP
Wiknjosastro, Hanifa. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBP
Varney, H. 1997. Varney Midwifery, Third edition, Jones, New York








































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar